Sebuah hadis yang menjadi renungan dan nasehat dari Rasulullah saw.
untuk kita semua dan kepada orang yang gemar ibadah, namun ibadahnya
tertuju bukan untuk Allah, melainkan adanya cinta kepada dunia dan ingin
dipuji oleh manusia yang sesungguhnya tidak dapat memberikan
pertolongan sedikitpun atas pujian-pujian mereka.
Banyak hadits yang mengupas tentang hasud, ujub dan riya' tetapi disini
cukuplah dicantumkan satu kumpulan hadits yang di kisahkan oleh Abdullah
ibnu Mubarak.
Suatu hari Khalid bin Ma'dan berkata kepada Mu'adz bin Jabal, " Ajarkan
aku sebuah hadits yang pernah kau dengar dari Rosululla !" Tiba-tiba
saja Mu'adz menangis tersedu-sedu dan berkata: " Betapa aku rindu pada
Rosulullah, betapa aku ingin segera bertemu."
Kemudian Mu'adz menjawab ! " Aku telah mendengar Rosulullah SAW bersabda,:
" Wahai Mu'adz, aku akan memberimu nasehat, jika engkau memegang erat,
kelak di sisi Allah akan berguna bagimu. Jika kamu mengabaikan dan
meremehkan nasehatku ini, maka pada hari kiamat di sisi Allah akan
terputus hujjahmu. Hai Mu'adz, sesungguhnya Allah Ta'ala telah
menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan tujuh langit dan tujuh
bumi. Masing-masing pintu langit di jaga oleh satu malaikat. Kemudian
Malaikat Hafazah yang bertugas mengawasi amal-amal hamba sejak pagi
hingga sore, yang mempunyai nur seperti sinar matahari. Ketika terbang
membawa catatan amal tadi ke langit dunia, ia membaguskan dan
memperbanyak amal tersebut.
Malaikat penjaga langit dunia berkata kepada Malaikat Hafazah, "
Buanglah amal itu kepada wajah pemiliknya. Aku yang mengurusi perbuatan
ghibah. Aku diperintahkan oleh Allah agar amal orang yang berbuat ghibah
tersebut tidak melewatiku dan yang sesudahku.
" Berhentilah dan lemparkan amal ini ke wajah, punggung dan perut
pemiliknya. Aku malaikat yang mengurus masalah ujub. Allah menyuruhku
melarang amal tersebut melewatiku hingga yang sesudahku, karena amal
tersebut di campuri dengan sifat sombong."
Kemudian Malaikat Hafazah naik hingga langit ke lima. Amal tersebut
seperti pengantin wanita yang menemui suaminya. Malaikat penjaga langit
ke lima berkata:
" Berhentilah dan hantamkan amal tersebut pada pemiliknya dan pukulkan
pada pundaknya. Aku Malaikat yang mengurus masalah hasad. Sesungguhnya
pemilik amal tersebut hasad kepada orang yang belajar dan beramal
seperti dirinya dan kepada setiap orang yang mencari keutamaan dari amal
ibadah ia biasa menghasadnya, bahkan ia biasa membicarakan kejelekan
orang lain. Allah memerintah aku agar mencegah amal tersebut melewatiku
hingga yang sesudahku."
Kemudian Malaikat Hafazah naik dengan membawa catatan amal yang bersinar
seperti sinar matahari, sebagai buah dari sholat, zakat, haji, umrah,
jihad dan puasa. Sampai di langit ke enam, maka malaikat penjaga langit
ke enam berkata:
" Berhentilah dan hantamkan kepada pemiliknya karena sesungguhnya dia
sama sekali tidak mempunyai rasa kasih sayang kepada manusia yang sedang
di timpa musibah atau sakit, bahkan ia senang jika melihat orang lain
mendapat musibah. Aku Malaikat yang mengurusi kasih sayang, Allah
menyuruhku mencegah amal tersebut melewatiku hingga sesudahku."
Kemudian naik Malaikat Hafazah dengan membawa catatan amal puasa,
sholat, nafkah jihan dan sifat wara'. Amal tersebut mempunyai suara
seperti suara lebah dan bersinar seperti matahari. Tiga ribu malaikat
menyertainya melewati langit ke tujuh. Malaikat yang menjaga langit ke
tujuh berkata, "Berhentilah dan hantamkan pada anggota tubuh pemiliknya
dan tutupkan pada hatinya. Aku malaikat yang bertugas mengurusi masalah
zikir. Aku menutup setiap amal dari Tuhanku yang tidak mengharap
keridhoan Allah Ta'ala. Ia hanya mencari kepopuleran dikalangan ahli
Fiqh, mendapat posisi di kalangan ulama dan mengharap di kenal di semua
negara. Allah memerintahku mencegah amalnya melewatiku hingga sesudahku.
Setiap amal yang tidak ikhlas karena Allah adalah riya' Allah tidak
akan menerima amal yang riya'.
Kemudian kata Rosulullah : Malaikat Hafaazah naik dengan membawa catatan
amal hambanya berupa sholat, zakat, puasa, haji, umrah, berakhlak
luhur, diam dan berzikir kepada Allah. Karena bagusnya amal ini para
malaikat yang mengawasi tujuh langit mengiringinya hingga sampai ke
Allah Ta'ala. Mereka berhenti disisi Nya dan bersaksi bahwa amal
tersebut adalah amal yang sholeh, ikhlas karena Allah.
Allah lalu berfirman, "Kamu semua yang mengetahui catatan amal
hambaku,sedangkan aku sangat tahu isi hatinya, Hambaku tersebut dalam
beramal tidak menghendaki Aku tetapi selain Aku. Maka Aku tetap
melaknatnya."
Para malaikat berkata, "Engkau melaknatnya. Kami mengikuti Mu melaknatnya." Lantas semua isi langit dan bumi ikut melaknatnya.
Mu'adz lalu menangis terisak-isak dan berkata, "Aku bertanya Wahai
Rosulullah. Engkau seorang Nabi dan aku hanya Mu'adz. Bagaimana caranya
agar aku memiliki keselamatan dan keikhlasan?"
Nabi bersabda, "Turutilah aku. Jika terdapat kekurangan dalam amalmu
wahai Mu'adz. Jagalah mulutmu dari membicarakan kejelekan lawanmu
terutama ahli Qur'annya,tanggunglah sendiri dosamu jangan kau bebankan
kepada mereka, jangan memuji diri sendiri dan mencelah mereka, jangan
membanggakan diri, jangan memasukkan urusan dunia dalam amal
akhirat,jangan punya sifat riya' dalam amalmu, jangan merasa besar dalam
majlismu agar orang lain menjaga kejelekan akhlakmu, jangan berbisik
kepada seseorang bila terdapat orang lain, jangan mengagungkan diri
hadapan manusia, niscaya akan memutus kebaikan-kebaikan di dunia dan
akhirat, jangan mengoyak manusia karena bisa mengoyakmu anjing-anjing
neraka pada hari kiamat. Lantas Allah berfirman :
Wannaasyithooti nasythoo.
"Mengertikah kamu yang dimaksud dengan NASYTHOOT ?"
"Apakah itu Ya Rosulullah ?"
"Yaitu anjing-anjing neraka yang menggerogoti daging manusia hingga tinggal tulangnya."
"Siapakah yang mampu mengatasi dan selamat ?" tanyaku.
Nabi menjawab, "Hai Mu'adz, sesungguhnya amal tersebut sangatlah mudah
bagi yang diberi kemudahan oleh Allah, yaitu kamu mencintai manusia
seperti halnya mencintai dirimu, jika kamu tidak suka akan sesuatu
jangan melakukannya kepada orang lain maka kamu akan selamat hai Mu'adz.
Khalid bin Ma'dan berkata, "Menurut yang telah aku ketahui, tak ada
seorangpun yang baca Qur'annya melebihi Mu'adz, setelah menerima hadits
agung dari Rosulullah ini."
Kitab Hidayah Bidayah
Monday, January 23, 2017
Monday, December 19, 2016
Pakar Meteriologi pasti Kemarau Panjang akan berlaku Tahun 2019 hingga 2022. Adakah ini permulaan Zaman Dajjal?
BADAN Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau
panjang yang akan melanda dunia. Diperkirakan kemarau panjang tersebut
akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya
tersisa 3% saja. Lalu apa artinya informasi ini bagi kita?
Artinya adalah keluarnya Dajjal telah sangat dekat. Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari. Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti.
Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.
Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi. Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.
Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain. Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun. Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.
Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Allah pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah. Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rasulullah adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.
Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallahu a’lam.
Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat.
Artinya adalah keluarnya Dajjal telah sangat dekat. Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari. Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti.
Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.
Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi. Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.
Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain. Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun. Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.
Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Allah pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah. Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rasulullah adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.
Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallahu a’lam.
Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat.
Wednesday, December 14, 2016
DAH MULA MEMANDU SEMULA
Setelah 23 tahun tak drive, akhirnya aku drive semula. Sebelum ini suami yang ambil dan hantar aku pergi kerja. Walaupun "kecut perut" hari pertama drive kat jalanraya tapi terpaksa beranikan diri juga. Biarlah pemandu lain nak kata apa, kalau tak nak memotong, follow saja belakang. Berani bawa pun dalam 60km/jam, tu pun dah kira laju dah.
Masa nak beli kereta, salesman ada offer kereta proton saga, tapi aku pilih kereta axia sebab tak berani nak bawa kereta besar, biarlah dengan kereta kecik dulu.
Hari kedua drive, aku lekatkan sticker 'P' sebab nak pemandu lain berhati-hati bila nampak kereta aku, tak la dia orang ingat aku sengaja memandu perlahan.
Dalam hati hanya Allah yang tahu, mohon Allah berikan keberanian untuk aku ketika drive.
Insyaallah, orang tua-tua kata alah bisa tegal biasa, lama-lama tu ok la.
Sunday, November 27, 2016
KISAH PERTANYAAN MALAIKAT DENGAN ALLAH SWT,MENGAPA DICIPTAKAN WANITA YA ALLAH ???
Ketika Allahm enciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,"Mengapa begitu lama engkau menciptakan wanita, Ya Alllah ???
"Allah menjawab:"Sudahkah engkau melihat dgn teliti setiap apa yang telah aku ciptakan untuk wanita?"Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan
".Malaikat menjawab dgn takjub,"Hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!
"Allah menjawab, "Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan boleh bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,"Ya Allah, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?
"Allah menjawab, "Itu tidak seperti apa yang kau bayangkan, itu adalah air mata.
"Untuk apa ???", tanya malaikat.
Allah melanjutkan,"Air mata adalah salah satu cara dia menunjukkan kegembiraan, kerisauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona lelaki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.Wanita dapat mengatasi beban lebih baik daripada lelaki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.Dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis,menangis saat terharu, bahkan tertawa ketika ketakutan.Dia berkorban demi orang yang dicintainya,Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,Dia gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,Tapi dia mampu mengatasinya.Dia tahu bahawa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Allah S.W.T berfirman:"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia,namun, harus cukup lembut untuk memberikan kemudahan.
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketikaorang-orang lain menyerah,dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.
"Aku memberinya kekuatan untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya,tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan.Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.
"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada.
"CINTANYA TANPA SYARAT".
KENAPA KITA PERLU BACA AL QURAN
Ini
adalah satu kisah yang sangat menarik. Semoga dengan cerita ini hati
anda akan terbuka tentang membaca #Al-Quran. Kisah ini dipetik daripada
kisah yang ditulis dalam Bahasa Inggeris.
Mengapa Kita Membaca #Al-Quran, sedangkan kita tidak memahami sepenuhnya apa yang di baca?.
Ada
seorang Atuk tua tinggal bersama cucu lelakinya di sebuah bukit di
pendalaman. Setiap pagi Atuk bangun awal pagi duduk di meja makan dan
membaca #Al-Quran. Cucunya ingin menjadi seperti Atuk dan meniru
seberapa boleh akan bacaan yang dibaca oleh Atuknya.
Pada
suatu hari cucunya bertanya, ‘Atuk! saya cuba membaca Al-Quran macam
Atuk baca tapi saya tak faham pun, dan jika saya faham sekali pun saya
akan lupa sebaik sahaja saya menutupinya. Apa bagusnya bila kita membaca
#Al-Quran?’ Sedang orang tua itu meletakkan arang batu ke dalam dapur
pemanas badan, dengan perlahan dia menoleh kepada cucunya sambil
berkata, ‘ Bawa guni arang batu ini ke sungai dan bawakan saya seguni
air.’
Budak
lelaki itu buat seperti apa yang disuruh, tetapi semua air itu membocor
keluar sebelum dia sampai ke rumah. Orang tua itu ketawa dan berkata. ‘
Awak hendaklah berjalan lebih cepat untuk yang akan datang,’ dan
meminta cucunya ke sungai bersama dengan guni arang batu untuk cuba
sekali lagi. Kali ini budak lelaki itu berjalan lebih laju, sekali lagi
guni itu kosong sebelum dia tiba ke rumah. Terlalu letih, dia
memberitahu Atuknya bahawa mana mungkin untuk membawa air di dalam guni,
dan dia pergi untuk mengambil baldi. Orang tua itu berkata, ‘ saya
tidak mahu sebaldi air, saya mahu seguni air. Anda tidak cukup kuat
mencubanya.’ dan dia menuju ke pintu melihat cucunya mencuba lagi.
Pada
katika itu, budak lelaki itu sudah tahu bahawa tidak mungkin dapat
membawa air di dalam guni hingga ke rumah, tetapi untuk tidak
menunjukkan apa-apa reaksi kepada Atuknya dia berlari seberapa laju yang
dia boleh, semua air yang di bawa masih membocor keluar sebelum dia
sampai ke rumah. Budak lelaki itu sekali lagi pergi ke sungai dan
berlari secepat mungkin dengan seguni air, tetapi apabila sampai kepada
Atuknya, guni tersebut sekali lagi kosong. Meletihkan, katanya,’ tengok
Atuk, tak guna!’ ‘ Jadi anda fikir ianya tidak berguna?’ Orang tua itu
berkata,’ tengok guni itu.’
Budak
lelaki itu melihat akan guni tersebut dan buat kali pertamanya dia
sedar bahawa guni tersebut sudah berubah. Ia telah bertukar daripada
guni lama yang kotor bekas arang batu menjadi begitu bersih, luar dan
dalam.
‘Cucuku,
itulah yang akan berlaku jika anda membaca #Al-Quran. Anda mungkin
tidak faham ataupun ingat kesemuanya, tetapi apabila anda membacanya,
anda akan berubah dengan sedirinya, dalaman dan luaran. Itulah kurniaan
Allah s.w.t. dalam kehidupan kita.
Thursday, November 10, 2016
KENA SAMAN
Dah lama dah dok dapat memo sebab masuk kerja lewat. Lewat tu tak la lama sangat, dalam 2 @ 3 minit.
Tapi lewat tetap lewat. Lewat pun bukan sebab diri sendiri, tapi disebabkan suami. Jadi kena redho sajalah.
Semalam disebabkan nak mengejar punch card, terpaksa potong line, tetiba kena tahan dengan polis traffic.
Saman tetap saman. Adoi masalah berganda-ganda........
Tapi lewat tetap lewat. Lewat pun bukan sebab diri sendiri, tapi disebabkan suami. Jadi kena redho sajalah.
Semalam disebabkan nak mengejar punch card, terpaksa potong line, tetiba kena tahan dengan polis traffic.
Saman tetap saman. Adoi masalah berganda-ganda........
Monday, November 7, 2016
Suara Sebelum Menuntut Faraid, Ingat Satu Tanggung Jawab Ini
Apabila agama itu diambil separuh-separuh, yang memihak kepadanya diambil yang memberi rugi kepadanya ditinggal.
Saya bukanlah ustazah nak cakap tentang agama, tetapi saya nak ajak saudara saudari semua berfikir akan kisah benar yang berlaku kepada seorang balu kematian suami.
1. Semasa hidup si mati orang susah, adik-beradik tak pernah menjenguk, apatah lagi hulur belanja untuk anak buah walaupon semuanya kerja best.
2. Rezeki anak-anak si mati dapat beli sebidang tanah dan dapat buat sebuah rumah teres di atas tanah tersebut. Tak lama kemudian, si mati membeli lagi sebidang tanah untuk tujuan berkebun tetapi tak kesampaian (meninggal dulu).
3. Simpanan si mati ada dalam RM10 ribu dalam bank. Ada sebuah rumah. Dan sebidang tanah.
4. Si mati selalu beritahu isterinya kalau dia tiada, isteri dan anak-anak taklah susah mana. Ada tempat bergantung, ada sedikit duit dan ada tempat berlindung (rumah). Betapa besarnya harapan si mati untuk si isteri dan anak-anak.
5. Ditakdirkan si mati meninggal dunia akibat sesak nafas (masalah jantung). Si mati meninggalkan balu dan 2 org anak perempuan.
6. Sejurus selepas si mati dikebumikan, adik-beradik si mati termasuk ibu si mati telah mengajak si isteri berbincang pasal harta si mati kononnya si mati akan terseksa dalam kubur kalau tak diselesaikan secepat mungkin.
7. Si mati tiada anak lelaki, jadi harta-harta si mati akan dapat juga pada adik beradiknya.
7. Tak sampai seminggu si mati meninggal, datanglah adik beradik bertandang ke rumah, siap buat lakaran dalam kertas ikut hukum faraid. Bahagian untuk isteri, anak-anak, ibu si mati dan adik beradik si mati.
8. Hukum faraid – bahagian isteri dapat paling sedikit (orang Terengganu cakap dapat bahagian kepala mayat). Langsung tak pedulikan perasan si balu yang masih bersedih, dihamburkan pula nas-nas, dalil-dalil bab pembahagian faraid.
9. Paling memilukan, dinilaikan sekali rumah yang diduduki oleh si balu dengan anak-anak ikut nilai pasaran.
Kemudian mereka-mereka itu bagi dua pilihan pada si balu, bayar harga rumah tersebut kepada waris-waris yang berhak sekiranya mahu tetap tinggal di situ, atau keluar dari rumah tersebut kerana rumah itu akan dijual, dan duit jualan tersebut akan dibahagikan ikut hukum.
10. Celah mana mahu cari RM150 ribu? Nak tak nak terpaksa keluar dari rumah tersebut. Rumah dijual, dapatlah bahagian si balu dan anak-anak, dengan jumlah yang si balu dapat dan anak-anak si mati dapat, mustahil dapat cari rumah baru.
11. Bermulalah episod merempat si anak-anak yatim. Berpindah randah, menyewa situ sini, jangankan si balu,si anak pun bekerja lepas balik sekolah nak sara diri sendiri.
Duit simpanan, tanah sebidang, rumah dijual si waris. Harapan si mati untuk tidak menyusahkan anak dan isteri selepas ketiadaannya berkecai sama sekali.
12. Waris-waris,semua lesap lepas dapat bahagian masing-masing. Nak tanya khabar jauh sekali. Nak hulur duit jauh sekali.
13. Lagi malang waris-waris semuanya bekerja bagus.
Ada cikgu, ada pegawai kerajaan, ada golongan prefesional, malah kaki masjid pun ada.
Tapi sayang, bab tangggung jawab pada anak si mati langsung tak dihiraukan.
14. Walaupun berhak pada harta si mati, tapi kena tengok pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Jangan ambil agama itu separuh-separuh untuk kepentingan sendiri. Ya, tak berdosa ambil harta yang sememangnya hak kita dalam hukum Tetapi berdosa gagal menjalankan tanggungjawab nafkah pada anak-anak si mati – tempat tinggal, pakaian, makan minum).
15. Kalau kita termasuk dalam golongan sebegitu sebelum ini, berubahlah, dan moga dijauhkan keturunan kita, adik-adik kita, suami kita, anak-anak kita daripada bersifat kejam begini.
16. Ambil pengajaran saudara saudari. Sekali lagi saya ingatkan apa yang agama ajar, bila si mati meninggalkan anak-anak yang belum baligh, wajib bagi walinya (mengikut turutan wali sebelah si mati) menyediakan nafkah untuk anak si mati. Kalau tidak diambil peduli, menanggunglah di akhirat kelak.
17. Hukum faraid itu sangat adil dan indah. Diberi lebih kepada lelaki sebab lelaki adalah ketua keluarga yang kena menanggung orang-orang di bawahnya.
Kenapa apabila tiada anak lelaki, harta akan jatuh juga kepada adik beradik si mati? Jelas Allah memberitahu bahawa adalah tanggung jawab si wali-wali untuk menanggung nafkah si anak yatim (lebih-lebih lagi apabila si yatim adalah perempuan).
Dan semoga dengan pembahagian faraid dapat meringankan beban dan membantu si wali-wali untuk menjaga dan memberi nafkah kepada si anak yatim.
18. Ingat ya dapat pembahagian harta si mati bukan terus beli rumah baru, shopping atau melancong dulu. Tetapi tunaikan dahulu tanggung jawab si anak yatim.
copy & paste
Saya bukanlah ustazah nak cakap tentang agama, tetapi saya nak ajak saudara saudari semua berfikir akan kisah benar yang berlaku kepada seorang balu kematian suami.
1. Semasa hidup si mati orang susah, adik-beradik tak pernah menjenguk, apatah lagi hulur belanja untuk anak buah walaupon semuanya kerja best.
2. Rezeki anak-anak si mati dapat beli sebidang tanah dan dapat buat sebuah rumah teres di atas tanah tersebut. Tak lama kemudian, si mati membeli lagi sebidang tanah untuk tujuan berkebun tetapi tak kesampaian (meninggal dulu).
3. Simpanan si mati ada dalam RM10 ribu dalam bank. Ada sebuah rumah. Dan sebidang tanah.
4. Si mati selalu beritahu isterinya kalau dia tiada, isteri dan anak-anak taklah susah mana. Ada tempat bergantung, ada sedikit duit dan ada tempat berlindung (rumah). Betapa besarnya harapan si mati untuk si isteri dan anak-anak.
5. Ditakdirkan si mati meninggal dunia akibat sesak nafas (masalah jantung). Si mati meninggalkan balu dan 2 org anak perempuan.
6. Sejurus selepas si mati dikebumikan, adik-beradik si mati termasuk ibu si mati telah mengajak si isteri berbincang pasal harta si mati kononnya si mati akan terseksa dalam kubur kalau tak diselesaikan secepat mungkin.
7. Si mati tiada anak lelaki, jadi harta-harta si mati akan dapat juga pada adik beradiknya.
7. Tak sampai seminggu si mati meninggal, datanglah adik beradik bertandang ke rumah, siap buat lakaran dalam kertas ikut hukum faraid. Bahagian untuk isteri, anak-anak, ibu si mati dan adik beradik si mati.
8. Hukum faraid – bahagian isteri dapat paling sedikit (orang Terengganu cakap dapat bahagian kepala mayat). Langsung tak pedulikan perasan si balu yang masih bersedih, dihamburkan pula nas-nas, dalil-dalil bab pembahagian faraid.
9. Paling memilukan, dinilaikan sekali rumah yang diduduki oleh si balu dengan anak-anak ikut nilai pasaran.
Kemudian mereka-mereka itu bagi dua pilihan pada si balu, bayar harga rumah tersebut kepada waris-waris yang berhak sekiranya mahu tetap tinggal di situ, atau keluar dari rumah tersebut kerana rumah itu akan dijual, dan duit jualan tersebut akan dibahagikan ikut hukum.
10. Celah mana mahu cari RM150 ribu? Nak tak nak terpaksa keluar dari rumah tersebut. Rumah dijual, dapatlah bahagian si balu dan anak-anak, dengan jumlah yang si balu dapat dan anak-anak si mati dapat, mustahil dapat cari rumah baru.
11. Bermulalah episod merempat si anak-anak yatim. Berpindah randah, menyewa situ sini, jangankan si balu,si anak pun bekerja lepas balik sekolah nak sara diri sendiri.
Duit simpanan, tanah sebidang, rumah dijual si waris. Harapan si mati untuk tidak menyusahkan anak dan isteri selepas ketiadaannya berkecai sama sekali.
12. Waris-waris,semua lesap lepas dapat bahagian masing-masing. Nak tanya khabar jauh sekali. Nak hulur duit jauh sekali.
13. Lagi malang waris-waris semuanya bekerja bagus.
Ada cikgu, ada pegawai kerajaan, ada golongan prefesional, malah kaki masjid pun ada.
Tapi sayang, bab tangggung jawab pada anak si mati langsung tak dihiraukan.
14. Walaupun berhak pada harta si mati, tapi kena tengok pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Jangan ambil agama itu separuh-separuh untuk kepentingan sendiri. Ya, tak berdosa ambil harta yang sememangnya hak kita dalam hukum Tetapi berdosa gagal menjalankan tanggungjawab nafkah pada anak-anak si mati – tempat tinggal, pakaian, makan minum).
15. Kalau kita termasuk dalam golongan sebegitu sebelum ini, berubahlah, dan moga dijauhkan keturunan kita, adik-adik kita, suami kita, anak-anak kita daripada bersifat kejam begini.
16. Ambil pengajaran saudara saudari. Sekali lagi saya ingatkan apa yang agama ajar, bila si mati meninggalkan anak-anak yang belum baligh, wajib bagi walinya (mengikut turutan wali sebelah si mati) menyediakan nafkah untuk anak si mati. Kalau tidak diambil peduli, menanggunglah di akhirat kelak.
17. Hukum faraid itu sangat adil dan indah. Diberi lebih kepada lelaki sebab lelaki adalah ketua keluarga yang kena menanggung orang-orang di bawahnya.
Kenapa apabila tiada anak lelaki, harta akan jatuh juga kepada adik beradik si mati? Jelas Allah memberitahu bahawa adalah tanggung jawab si wali-wali untuk menanggung nafkah si anak yatim (lebih-lebih lagi apabila si yatim adalah perempuan).
Dan semoga dengan pembahagian faraid dapat meringankan beban dan membantu si wali-wali untuk menjaga dan memberi nafkah kepada si anak yatim.
18. Ingat ya dapat pembahagian harta si mati bukan terus beli rumah baru, shopping atau melancong dulu. Tetapi tunaikan dahulu tanggung jawab si anak yatim.
copy & paste
Subscribe to:
Posts (Atom)
